Osteoporosis

Adalah bukan berapa banyak Calcium yang anda konsumsi, melainkan berapa banyak Calcium yang dapat dicegah untuk meninggalkan tulang

Osteoporosis

Siapakah yang menderita penyakit tulang?
Iklan susu mempromosikan betapa hebatnya calcium dalam susu dapat menanggulangi / mencegah keropos tulang, apakah ini kebenaran fakta atau propaganda iklan?

Mengapa bangsa-bangsa dengan rate tertinggi penderita keropos tulang justru adalah bangsa-bangsa rate tertinggi peminum susu pula.
Rate tertinggi osteoporosis terdapat di Denmark, Holland, Norway, Sweden, USA, New Zeeland yang pada dasarnya bangsa-bangsa dengan rate peminum susu tertinggi.

Kami diajarkan mengkonsumsi 1000 milligrams per hari, sementara orang Eskimo Inuit mengkonsumsi 3500 milligram calcium setiap hari, namun pada usia 40 tahun sudah ter tatih-tatih.

Kunci Osteoporosis

Adalah bukan berapa banyak Calcium yang anda konsumsi, melainkan berapa banyak Calcium yang dapat dicegah untuk meninggalkan tulang.

Mengapa Calcium meninggalkan tulang

Faktor1
Di alam terdapat 28 jenis asam amino, tubuh manusia dapat memproduksi 19 jenis, sembilan yang lain disebut essential, kita harus mendapatkannya dari makanan yang kita makan.

Salah satu diantara asam amino essential tsb adalah METHIONINE

Methionine dibutuhkan untuk fungsi metabolic termasuk mencerna, detoxifikasi logam berat, metabolisme otot, namun menerima methionine dalam jumlah excessive dapat menjadi toxic.

Methionine = C-5, H-11, NO, S

Methionine adalah sumber sulfur (belerang) yang baik, itulah masalahnya.
Mengkonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak methionine, maka darah akan menjadi bersifat asam.
Sulfur akan berubah bentuk menjadi sulfat dan asam sulfat.
Pada saat tubuh kita menjadi asam tubuh kita akan mencari berbagai cara untuk menetralisir, dan cara satu-satunya untuk menetralisir adalah mengambil Calcium dari tulang
.
American Journal of Clinical Nutrition, 1995; 61 (4)

Sekalipun mengkonsumsi calcium hingga 1400 mg per hari seseorang dapat kehilangan 4% massa tulangnya setiap tahun karena mengkonsumsi high-protein dalam pola makannya.
American Journal of Clinical Nutrition 1979;32(4)

Apabila konsumsi protein hewani ini ditingkatkan hingga 100% maka akan mengakibatkan kehilangan calcium dalam jumlah dua kali lipat.
Journal of Nutrition, 1981; 111 (3)

Faktor2
Dr. Christiane Northrup, gynecologist dari Yarmouth, Maine, menyatakan:
Dairy food adalah produser Mucus (lendir-lengket) yang luar biasa dan dapat mengganggu system pernapasan, pencernaan serta immune system (yang terdapat pada cairan getah bening).

Casein (bahan dasar lem) yang merupakan 80% bagian dari protein susu tidak hanya membuat darah lengket dan menggumpal satu sama lain, melainkan juga membuat cairan getah bening (lymphatic) yang jumlahnya 3 kali volume darah juga lengket, menggumpal dan membendung.
Cairan getah bening mengaliri bagian-bagian tubuh yang bahkan tidak terlewati darah melalui nodes (saluran kapiler) yang jumlahnya sangat banyak dan ducts (terminal) sehingga membuat seluruh sel seolah mengapung dalam cairan getah beniing ini.
Fungsi getah bening selain sebagai bagian dari kekebalan tubuh juga pengangkut makanan kedalam setiap sel serta pengangkut sisa buangan dari setiap sel ke saluran-saluran pembuangan lainnya.
Bendungan cairan getah bening mengakibatikan cairan getah bening tidak membuang sisa buangan sel secara cepat dan ini mengakibatkan sisa buangan terjebak dalam kemacetan bendungan yang menciptakan kondisi keasaman serta sampah catarrhal – mucus (berlendir) dalam saluran getah bening sehingga calcium tulang dituntut tersedot keluar untuk menetralisirnya.

Mucus Jahat menghalangi penyerapan Calcium
Tidak semua mucus merugikan, mucus yang sehat bertindak sebagai lubrikasi pada saluran pencernaan, pernapasan, urinary dan reproduksi.
Mucus dikeluarkan untuk mengantisipasi iritasi, polutan, senyawa carcinogenic dibentuk oleh proses pembusukan, residu makanan yang tidak tercerna yang berfungsi sebagai selimut yang melindungi lapisan membran.
Mucus jahat bersifat gelap, tebal serta lengket diproduksi oleh susu / dairy food, roti tawar yang mengandung molecule Casein dan Gluten dalam protein nya yang susah untuk dicerna dan untuk kemudian menimbulkan proses pembusukkan yang memproduksi mucus jahat dan bersifat toxic melapisi dinding saluran usus sehingga menghalangi Calcium serta Vitamin dan Mineral lainnya untuk terserap dalam tubuh.
Health Recipes

Menghindari / mencegah osteoporosis
Kembali pada konsep dasar yang perlu selalu kita camkan dalam pikiran kita

Adalah bukan berapa banyak Calcium yang anda konsumsi, melainkan berapa banyak Calcium yang dapat dicegah untuk meninggalkan tulang

Kita dapat mencegah hilangnya Calcium meninggalkan tulang dengan menjaga agar tubuh kita senantiasa bersifat alkaline dengan cara:

Menghindari Acid Forming Food (jenis makanan meproduksi asam) – Daging hewani
– Susu / Dairy Food

Menghindari Mucus Forming Food (jenis makanan memproduksi mucus jahat)
– Susu / Dairy Food
– Daging Hewani (terutama daging merah)

Dapatkan calcium dari tumbuh-tumbuhan kaya Calcium Organic yang ramah tubuh
– Sayuran / daun hijau
– Kacang-kacangan / bij-bijian
-Tumbuh-tumbuhan laut (sepert yang biasa dikonsumsi masyarakat Jepang)

GAMAT dan SPIRULINA adalah supplement yang amat tepat untuk mengatasi masalah tulang
– SPIRULINA kaya akan mineral ORGANIC termasuk Calcium organic dengan standard “whole food organic”
– GAMAT kaya akan COLLAGEN dan MPS yang berfungsi sebagai PEREKAT / PENGIKAT jaringan TULANG

www.notmilk.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s